Pages

Senin, 10 Oktober 2011

latar belakang dan sejarah perkembangan ekonomi syariah



A. PENDAHULUAN

Dalamkehidupansehari-hari, kitatidakmungkinlepasdarikegiatanekonomi.Semua orang sibukdalamkesehariannyadalammencariberbagaikebutuhanhidupbaikberupabarang, jasabahkanuangsekalipun.Merekaberusaha di berbagailapanganpekerjaan.Usaha yang merekalakukanmerupakanmanifestasiatasperintah Allah SWT dalamhalmencarirezeki yang sudahdisediakan-Nyauntuksemuamahluk-Nya.Allah SWT menyuruhkitauntukselaluberusahadanmementingkankehidupanduniadisampingkehidupanakhirat.
Adapundalam Islam, kemapananekonomimenjadipenunjangdan motivator meningkatkankualitasibadahuntukmempersiapkandirimenjalanikehidupan yang abadidankegiatanekonomidalam Islam diaturdalam “fiqihmuamalah”.
Dewasainikitamengenaldalamduniaperekonomianterdapatduamacambentukekonomi yang berkembangyaitubentukekonomikonvensionalatauumum yang biasadigunakandandipelajari.Serta satulagiyaituekonomisyariah yang berlandaskan Al-Qur’an danHadistsertaQiyas/Ijmaparaulama.










B. Latar Belakang Ekonomi Islam
Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak akan mungkin lepas dari apa yang namanya kegiatan ekonomi . istilah ini sering kita dengar dan kerap kita temukan pada kehidupan kita baik di rumah, di sekolahmaupun di masyarakat.  Semua orang sibuk dalam kesehariannya mencari berbagai kebutuhan hidupnya baik berupa barang maupun jasa bahkan uang sekalipun. Mereka berusaha di berbagai lapangan pekerjaan baik sebagai pedagang, petani, ppegawai negeri, wiraswasta, buruh maupun lapangan pekerjaan lainnya. Usaha yang mereka lakukan merupakan manifestasi atas perintah ALLAH SWT dalam hal mencari rezeki yang sudah di sediakan-nya untuk mahluk-Nya,allah SWT meyuruh kepada kita untuk selalu berusaha dan mementingkan akan kehidupan dunia disamping kehidupan akhirat. Sebagiamana sabda-Nya dalam surat AL-Qashash ayat 77 :
http://quran.com/images/ayat/28_77.png
Artinya:
”carilah kebahagiaan yang telah disediakan Allah diakhirat kelak dan janganlah kalian melupakan kehidupan/kebahagian di dunia ini “.(QS.Al-Qosos:77)
Begitu pula halnya dengan rasulallah menyuruh kepada kita untuk selalu berusaha tanpa merengek-rengekmengharap bantuan orang lain. Sebagaimana sabdanya;”
“sesungguhnya allah telah mewajibkan kalian berusaha maka oleh sebab itu hendaklah kalian berusaha”. (HR.Thabrani)




Adapun dalam Islam, kemapanan ekonomi menjadi penunjangan dan motivator meningkatkan kualitas ibadah untuk mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang abadi, dan kegiatan ekonomi dalam Islam diatur dalam “fiqih muamalah”. Pengertian
muamalah adalah hal yang membahas aspek –aspek hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya termasuk didalamnya tentang jual beli.

           
Jual beli itu sendiri memiliki arti tukar menukar suatu benda/ barang dengan benda/ barang yang lainnya yang dilakukan antara dua orang / pihak dengan aqad (ijab dan qobul) menurut peraturan yang telah dilakukan, dengan dalih suka sama suka dengan tidak disertai riba, tipu menipu ataupun saling curang. Adapun jual beli itu sendiri diperintahkan oleh ALLAH SWT sebagaimana dalam surat al-baqarah ayat 275 dan hadist rosululloh SAW 

           
http://bahagia.us/_latin/2/2_275.png 

Artinya:
“ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.


“Sesungguhnya jual beli itu baru syah jika (di1akukan) atas dasar suka sama suka”
(HR. Iubnu Majjah).




Dengan demikian pentinglah bagi kita selaku generasi muslim, generasi rabbani yang cinta kepada Ilahi dengan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi untuk mempelajarai, mengkaji, mengamalkan dan mengajarkan Fiqih Muamalah dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dan dewasa ini kita mengenal dalam dunia perekonomian terdapat 2 macam bentuk ekonomi yang berkembang yaitu bentuk ekonomi konvesional/umum yang biasa digunakan di bank-bank umum, pasar uang, pasar modal/obligasi bahkan yang non ekdipelajari saat ini yang berdasarkan pencarian laba semata dan bentuk ekonomi syariah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits serta Ijma/Qiyas para ulama yang akan kita bahas kali ini.
                                                 













C. Sejarah Perkembangan Ekonomi Syariah
Ekonomi Islam atau lebih dikenal dengan sebutan ekonomi syariah yang kini kian tumbuh dan berkembang begitu signifikan, tentunya keadaan ini membawa kabar gembira bagi umat Islam. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan ekonomi syariah melaju begitu cepat. Perkembangan ekonomi syariah tidak hanya terjadi di Indonesia akan tetapi hampir di sebagian besar negara di Asia, Afrika, Australia, dan Amerika
Di indonesia perkembangan ekonomi syariah dapat dikatakan baru memulai masanya bila dibandingkan dengan perkembangan ekonomi konvensional yang sudah jauh berkembang. Namun di masa inilah justru ekonomi syariah akan menjadi pioneer yang akan membawa perekonomian rakyat jauh lebih baik. Karena jelas bahwa ekonomi syariah adalah ekonomi yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis Nabi saw.
      Syariah berdasarkan katanya merupakan bentuk masdar atau, sumber kata dari bahasa arab yaitu dari kata syara’a - yasra’u yang membuat syariat/jalan menuju.Sejarah mengenai perkembangan ekonomi syariah tidak akan terlepas dari pengaruhnya seorang abdi allah yang paling taat kepadanya dialah ‘Muhammad’ yang sukses sebagai seorang pedagang. Hal ini disebutkan dalam buku “Adam Smith”yang berjudul “The Wealth of  Nation” jilid ke lima bab pertama yang membandingkan masyarakat ekonomi yang maju dan terbelakang.Akan tetapi, sebelum membahas tentang suksesnya Muhammad sebagi seorang pedagang terlebih dahulu kita mengenal kebudayaan bangsa arab, hal ini ada kaitannya dengan perkembangan ekonomi syariah yaitu tempat berawalnya sistem ekonomi tersebut. 
        Semenjak dulu daerah arab dikenal sebagai pusat peradaban, buktinya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara telah berkembang sejak dulu. Pada jaman rasulullah SAW orang-orang Quraisy sebelum datang islam telah mengenal dunia perdagangan yang dilakukan oleh kaum bangsawan seperti abu jahal, abu lahab, hindun, dan sebagainnya. Namun, tidak menggunakan cara yang baik dalam berdagangnya karena tak terkandung iman pada diri mereka. Seperti tipu menipu, cara halal atau haram tidak diperhatikan dengan tujuan hanya mencari laba yang sebesar-besarnya.


Kemudian, allah SWT mengutus seorang rasul yang akan memperbaiki semua aspek kehidupan, menyempurnakann alam dan mempersatu umat, dialah nabi Muhammad bin Abdullah dari bangsa Quraisy. Allah SWT, meninggikan dan memilih keturunan dari bangsa Quraisy dibandingkan dengan kaum lain karena kaum Quraisy memiliki kelebihan secara kecerdasannya dibidang social,ekonmi dan budaya mereka juga ahli dalam berdagang, hal ini disebutkan dalam al-quran yaitu surat Quraisy ayat 1-4 :

http://tafsir.cahcepu.com/biss.gifhttp://omipit.files.wordpress.com/2010/08/quraisy1-4.gif


D. Kesimpulan:
Perkembangan Ekonomi Syariah sangat melaju pesat contohnya ditandai dengan adanya bank syariah,itu sendiri takkan mungkin lepas dari perilaku,pola fikir dan kepribadian juga kepahlawanan Rasulullah SAW dalam berdagang.




















DAFTAR PUSTAKA
-          Buku Ekonomi Syariah Kelas 8 (Pinbuk Tasikmalaya)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll